Everything Has Changed

Well, it’s been too long since the last time I wrote for this blog. Harus diakuin ini karena rutinitas sekolah yang makin padet. Kurikulum 2013 serius bikin capek, gue pengen curhat karena dalam satu hari tugas bisa nyampe tiga atau lebih, belum ulangannya. Bukan gue pengen ngeluh, adaptasi dari kurikulum 2006 ke 2013 itu rasanya signifikan banget. Kadang pengen udahan aja tapi gak bisa. Sekolah gue masuk jam 7.00 pagi, pulang sekolah jam 15.15, sampai rumah kira-kira jam 16.00, lanjut ngerjakan tugas, lanjut lagi les, malamnya lanjut lagi belajar untuk ulangan. Feels like a whole day I spend for study. Gak salah sih, cuman rasanya mesin aja bisa panas kalo non-stop apalagi manusia kann. Jujur, rasanya semua situasi berubah dengan cepat. Kadang gue ngerasa susah untuk adaptasi. Beberapa waktu lalu, gue ulang tahun di tanggal 15 September. Gue menjalani hari itu layaknya gue orang paling bahagia di muka bumi. Tapi dalam waktu yang singkat, dalam hitungan hari gue ngerasa kalau gue adalah orang paling terpuruk di muka bumi. Semua kepercayaan, keyakinan, janji, harapan, yang dibangun oleh seseorang, harus dihancurkan juga oleh orang yang sama. He’s the one who set it up, and he’s the one who make it stop. Kadang gue ngerasa pengen balas dendam, pengen bikin dia ngerasain apa yang gue rasain. Setelah apa yang selama ini gue lakuin, dia lakuin, semua lenyap dalam hitungan jam. Yah, melati putih yang cantik pun selalu punya bayangan hitam yang mengikutinya di belakang. Sampai sekarang gue sendiri masih bingung dengan semua perubahan ini. Tapi, dibalik semua hal buruk, Tuhan ngirimin gue beberapa hal baik. Setiap orang punya masa lalu, setiap orang punya cerita. Setiap orang punya pertanyaan yang tak terjawab. Kadang, kita hanya menunggu waktu yang menjawab. Seseorang yang selalu membuat gue bertanya-tanya, akhirnya waktu mempersilahkan dia untuk menjawab. Pangeran berkuda yang gue temukan pertama kali dalam hidup gue, akhirnya muncul dan menjawab semuanya. Setelah semua perjalanan panjang dari dongeng kehidupan, pangeran itu akhirnya menjawab “Aku meninggalkan mu karena seseorang, tapi kemudian aku menyesal dan mengetahui bahwa itu kesalahan terbesar ku untuk saat ini. Karena seseorang yang membuat ku meninggalkan mu, bukanlah orang yang lebih baik daripada kamu. Aku tidak ingin menyakitimu dua kali, sehingga aku harus berpura-pura tidak peduli. Tapi percayalah, bahwa aku selalu berada di belakang mu sampai kamu menemukan pangeran mu yang lebih baik. Maka aku akan pergi jauh dari hidup mu dan memulai semuanya dari awal, serta belajar dari kesalahan masa lalu ku.”(baca postingan: Dongeng Dua Anak Manusia)
Beberapa hal akhirnya terjawab dan gue harus tetap maju melangkah ke depan dan menghadapi perubahan-perubahan ini.

With warm regards,

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s