Cerita Kita

Hai, aku kembali merindukan mu

Aku kembali teringat akan masa dengan mu

Masa indah ku yang bisa dihitung dengan hitungan jari

Mungkin kau sudah memilihnya

Mungkin kau sudah lupa

Mungkin juga kau tidak menyadari keberadaan ku yang terus menunggu

Saat ini kau membuang ku

Lalu aku terus bertahan dalam sebuah kurungan keterpurukan akan dirimu

Mencoba nyaman dalam kandang gelap yang menyesakkan dada

Memeras butiran air mata

Menyayat hati siapapun yang mengetahui kisah kita

Aku tidak pernah menceritakan kisah yang sebenarnya

Aku menutupi kesalahan mu

Melindungi mu dari penilaian buruk orang terhadap diri mu

Kau sudah jelas tidak tau tentang itu

Mungkin orang-orang hanya tau bahwa aku yang bodoh

Aku lah yang salah

Aku lah yang menciptakan kesedihan, kegelapan, dan keterpurukan ku sendiri

Aku lah yang membuat mu pergi

Tapi pada kenyataannya semua berbalik

Kamu lah yang brengsek

Kamu lah yang membuang ku

Kamu lah yang tak mengindahkan ku

Aku tersenyum

Bagaimana bisa aku bahagia melihat orang yang aku sayang sakit

Kau tidak pernah tau bukan? 

Kau tidak pernah merasakannya kan?

Bahkan kau mungkin tidak pernah menyadari hal itu

Kau tidak pernah tau betapa khawatirnya aku ketika mendengar berita buruk menimpa mu

Betapa ikut bersedihnya aku ketika kau gagal

Bahkan aku ikut terjatuh saat kau jatuh

Kamu tidak pernah tau

Tidak akan pernah tau 

Tidak akan pernah sadar

Karena aku tidak akan memperlihatkannya pada mu

Orang yang mengetahui ini bahkan begitu heran mengapa aku mampu melakukannya

Bayangkan saja, orang seperti ku mampu melakukan hal sebodoh itu

Kini aku sudah tidak sanggup lagi berlama-lama menunggu mu

Menyiksa dan sungguh menyiksa

Hati yang sudah aku berikan sejak lama untuk mu telah kau rusak sendiri

Sudah tidak ada lagi sisi baik dalam bagian hati yang ku berikan untuk mu

Suatu hari, keadaan akan berbalik

Kau yang akan mencari ku

Kau yang akan mengejar ku

Kau yang akan kembali masuk ke dalam kandang keterpurukan yang pernah kau buat untuk ku

Dan saat itu terjadi, aku tidak akan menoleh pada mu

Hati ku mungkin masih kuat bertahan dengan begitu banyaknya luka

Tapi logika ku tidak akan membiarkan hati ku terluka

Sekalipun ada orang yang tau tentang cerita kita yang sebenarnya

Percayalah tidak semua mereka tau kebenarannya

Aku masih akan tetap menutupi semuanya

Terimakasih, atas semuanya

Pernah mengisi beberapa bagian dalam hati ku

Pernah melengkapi beberapa sisi yang kurang dalam hidup ku

Pernah menjadi salah satu pahlawan ku

Pernah menjadi orang yang merubah kehidupan ku

Pernah menjadi malaikat yang mengucapkan selamat malam dan kembali di sisi ku saat aku terbangun di pagi hari

Pernah menjadi pelindung dan perisai ku

Terimakasih karena telah mengajarkan ku arti Cinta

Kau cinta pertama ku yang tidak akan pernah ku lupakan

Kau akan jadi yang pertama dan tidak akan pernah jadi yang terakhir

Terimakasih karena telah menggoreskan luka dan meninggalkan bekas

Karena dengan begitu aku akan belajar

Belajar untuk tidak mencoba memeluk duri

Tapi tak apa, ku jadikan ini kenang-kenangan termanis dari mu

Ingatan termanis dalam masa muda ku

Dan menjadi orang pertama dalam hidup ku yang mengajakku tau apa itu cinta di antara dua anak manusia

 

Selamat Malam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s